DOS.id - Dakwah Open Source Indonesia

Media provokasi penggunaan FLOSS (Free/Libre Open Source Software)

Thursday, December 29, 2005

mutar musik di tempat umum, bayar!!!!!

Awal minggu ini saya mendapat berita bahwa sedang diadakan sweeping oleh KCI dan Polisi. Obyek sweeping adalah pemutaran music di muka umum. Denda yang mereka kenakan ada pada kisaran 5-10 jt.

Pagi ini saya iseng-iseng melihat situs mereka yang ditulis dengan bahasa Inggris (padahal kan namanya Karya Cipta Indonesia), dan ini yang saya temukan

Who are the MUSIC USERS ?
The music users are those who possesed KCI's Licence which authorizes the public performance of any and all of the works within KCI's repertoire in the circumstances and by certain methods.
Music users such as broadcasters (Televisions, Radio stations), venues ( Hotels, Discotheques, Bars/pubs, Cafes, Restaurants, Karaokes, Bioscopes, etc.) and businesses (Malls, Offices, Airplanes etc.) must pay for their use of copyright music by way of a blanket licence fee. KCI collects these monies and distributes them to the copyright owners involved. The monies earned by copyright owners in this way are known as public performance royalties
In addition to it being a legal requirement to take out an KCI's licence if you are using music in public situations, it also makes good business sense to have an KCI licence. By taking out an KCI licence you are obtaining a blanket licence to use millions of musical works to improve that way in which your business operates. You are also fulfilling your legal and moral obligations with regard to using songwriters, composers and music publishers property. By paying your annual royalty to KCI you enable songwriters to continue to write the music that is to the benefit of everyone

Aturan ini mulai berlaku kamis tgl 22 Desember.

Mas nuki tolong kasih judicial review donk :-)

Tuesday, December 20, 2005

Visual Basic di Linux dengan Gambas


Bagi rekan-rekan yang terbiasa menggunakan Visual Basic dari Microsoft tentunya dapat "sedikit" bernapas lega, pasalnya Benoit Minisini mengembangkan sebuah IDE yang menggunakan syntaks mirip VB (tetapi bukan kloning) dan menyebarkan IDE-nya "gratis". Saya mencoba menginstal Gambas pada Ubuntu 5.10 menggunakan Synaptic Package Manager. Untuk menjalankan Gambas, saya menggunakan Terminal dengan perintah /usr/bin/gambas. Tampilan IDE nya memang mirip dengan Visual Basic, jadi ngga butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan antarmuka IDE. Saya coba membuat program sederhana untuk menghitung luas segitiga. Kodenya seperti ini :

PUBLIC SUB Button1_Click()
QUIT
END



PUBLIC SUB Button2_Click()


'Mengosongkan nilai
TextBox1
TextBox1.clear()

'Mengosongkan nilai TextBox2

TextBox2.clear()

'Mengosongkan nilai TextBox3
TextBox3.clear()


'Mengaktifkan kursor dalam TextBox1

TextBox1.SetFocus


END
PUBLIC SUB Button3_Click()

'Deklarasi x sebagai integer

x AS Integer


'Menghitung luas segitiga
x = 0.5 * CInt(TextBox1.Text) * CInt(TextBox2.Text)
TextBox3.Text = CStr(x)


END


Persis seperti yang digunakan dalam VB. Ketika di compile tidak ada kendala yang berarti. Setelah Borland Kylix (mirip Delphi), Gambas menjadi bahasa pemrograman yang paling mudah untuk membangun aplikasi berbasis GUI. Banyak fasilitas yang ditawarkan Gambas, untuk membangun aplikasi database misalnya, Gambas menyediakan SQLite yang merupakan embedded database yang siap pakai, belum lagi konektivitas dengan MySQL dan PostgreSQL. So... cobain gih....


Sunday, December 18, 2005

Menginstall VMWare di Ubuntu 5.10 Breezy Badger

ini oleh-oleh ketika aq surf ke blog tetangga...

semoga bermanfaat...


Mungkin memang menyulitkan bagi kita para pemula yang bener-bener belum bisa bermigrasi sepenuhnya ke Linux. Tapi mudah-mudahan dengan adanya uBuntu kita semua jadi terbantu untuk semua aplikasi yang open.

Berikut saya coba memberikan guide bagi para pemula agar dapat menggunakan Windows atau OS lainnya di dalam UBuntu 5.10 atau bisa dicoba ke versi sebelumnya. Aplikasi yang digunakan memang tidak gratis alias bayar, nama Aplikasinya Virtual Machine. Dengan aplikasi ini seolah-olah ada komputer didalam komputer kita.

Virtual Machine ini sangat diperlukan jika kita membutuhkan aplikasi windows yang memang tidak bisa jalan normal di distro linux, atau jika kita sebagai developer yang memerlukan banyak OS untuk menguji coba aplikasi yang dibuat.

Jika kita menggunakan Mandriva, Fedora Core atau Suse mungkin sangat mudah menginstall VMWare, cukup dengan mendownload paket RPM dan tinggal menjalankan maka VMWare otomatis terinstall dan langsung dapat digunakan. Hanya saja untuk Ubuntu maupun Debian, tidak ada paket .Deb untuk VMware, tetapi jangan takut karena Ada paket lain yang bisa kita gunakan. Mudah-mudahan dengan mengikuti prosedur-prosedur berikut dapat membantu kita semua.

Berikut tahapan satu persatu hingga selesai :
1. Install paket Build Essential dengan mengggukan synaptic atau perintah berikut :
#apt-get install build-essential

2. Berikutnya install paket kernel header :
#apt-get install linux-headers-’versi kernel yang anda gunakan’
contoh : #apt-get install linux-headers-2.6.12-10-386

3. Ubuntu 5.10 secara default akan menginstall paket gcc 4.0, sedangkan Ubuntu di compile dengan menggunakan gcc versi 3.4.5, oleh karena itu kita harus menginstall paket gcc-3.4 dengan menggunakan perintah :
#apt-get install gcc-3.4

4. Kemudian install paket g++-3.4 dengan menggunakan perintah :
#apt-get install g++-3.4

5. Agar pada tahap installasi yang digunakan adalah gcc-3.4 maka perlu menambahkan perintah ;
#export CC=/usr/bin/gcc-3.4

5. Jika ke-4 langkah diatas sudah berhasil dilakukan maka berikutnya adalah download paket installasi VmWare yang berupa file tar.gz (source) di official websitenya (http://www.vmware.com). Jika sudah selesai lakukan perintah berikut :

#tar xvzf VMware-workstation-5.0.0-13124.tar.gz
#cd vmware-distrib
#./vmware-install.pl

ikuti langkah-langkahnya secara default dan ikuti sampai selesai, dan jika muncul pesan untuk menjalankan (vmware-config.pl), maka anda pilih no. Kemudian anda download patch yang dibuat khusus utk Vmware pada website (http://platan.vc.cvut.cz/ftp/pub/vmware/vmware-any-any-update96.tar.gz). Download file tersebut kemudian ekstrak dan jalankan melalui command perintah berikut :
#./runme.pl

Maka akan secara otomatis akan melanjutkan konfigurasi VmWare yang telah terinstall, dan proses installasi VMware telah selesai dilakukan. Untuk menjalankannya dengan menggunakan command :
#vmware

Atau dapat melalui menu Application –> System Tools –> VMware Wokrstation

Based from http://wiki.ubuntu.com
Selamat bereksperimen,

Regards,

Mico Kelana Perdana
————————————
http://www.micokelana.com

Friday, December 16, 2005

Software Replacement

Aplikasi apa yang sering kita gunakan di Windows?
Ada atau tidak aplikasi tersebut di Linux?

Kedua pertanyaan tersebut paling sering muncul di benak pengguna yang hendak migrasi dari Windows ke Linux, mereka kadang berpikir lagi apakah ada aplikasi "ini" di Linux, kalau ada apakah mirip seperti di Windows?

Jawabannya adalah:
Sebagian besar di Linux sudah ada aplikasi sejenis dengan yang ada di Windows, ini beberapa diantarnya(list ini dibuat untuk pemakai Ubuntu, jadi kalo mau menambahkan silakan..):

Office
  • OpenOffice, paket ini sudah cukup bagi pemakai kebanyakan untuk ngetik, itung-itungan, buat tabel.
  • DIA, untuk membuat diagram seperti di Visio
Mail Client
  • Thunderbird, ringan setara dengan Outlook Express (IMO)
  • Evolution, ini lebih lengkap (ada task management, scheduling, contact) mirip dengan Microsoft outlook
Grafis dan Desktop Publishing
  • GIMP, untuk menggambar bitmap serupa dengan Photoshop
  • Inkscape,untuk menggambar vektor dan membuat ilustrasi sperti halnya Corel dan Adobe Illustrator
  • Scribus, untuk desktop publishing fiturnya lengkap
  • gThumb Image Viewer, image viewer seperti ACDSee, namun fiturnya untuk saat ini memang belum begitu lengkap
Audio & Video Player
  • Amarok, player yang satu ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan dapat digunakan sebagai audio catalog
  • XMMS, player yang kecil dan ringan dengan interface seperti Winamp serta dapat ditambahkan fungsi-fungsi baru melalui plugin
  • XINE & Totem, buat nonton VCD, DVD dan file-file movie yang lain, kemampuannya untuk membuka file movie tergantung dari codec yang kita install.
Internet
  • Firefox, browser dengan segudang fitur yang dapat ditambahkan melalui extension.
  • d4x, download manager semacam flashget
  • liferea, feed reader untuk
Kayaknya itu dulu aja kalo ada tambahan silakan tambah aja, aplikasi diatas merupakan aplikasi yang sering digunakan kebanyakan orang, khusus untuk aplikasi yang lebih spesifik dapat dicari melalui internet, ini beberapa link untuk aplikasi di Linux:
Bagaimana menginstallnya...???
Bisa dilihat artikel ritual menginstallnya, dan jangan lupa usahakan cari dahulu di repositorty
sudo apt-cache search "nama_package"
contoh: sudo apt-cache search firefox

Thursday, December 15, 2005

open source dan bajakan edition

tahukah anda ada berapa orang bule atau orang india yang berada di indonesia dan hidup sebagai konsultan dengan gaji yang benar-benar tinggi ? Saat ini saja kita masih perlu mengimpor orang pintar ke negri ini, baik sebagai konsultan yang berhubungan dengan software microsoft maupun unix.

Fanatisme buta akan membuat kita kehilangan kemampuan untuk maju. Mari kita memberantas pembajak ketika bangsa ini sudah setara dengan bangsa lain dan kita mampu meng-ekspor para ahli IT dan bukan hanya meng-ekspor para TKI/TKW yang di perkosa dimana-mana dan di hina seperti sampah.

Fanatisme buta terhadap linux akan membuat kita kehilangan tenaga kerja yang dibutuhkan dimana-mana dan akhirnya kita harus selalu mengimpor orang2 dari luar negri. Kalau begitu beli saja software legal untuk belajar ? lalu pertanyaannya adalah mampukah para mahasiswa biasa atau orang-orang seperti saya bisa membeli software yang totalnya bisa mencapai jutaan rupiah ?
pakai saja linux kata anda ?
trus bagaimana dengan perusahaan yang sudah terlanjur memakai software bajakan? maukah mereka mengatakan "Halo semuanya. Kita hentikan penjualan sementara waktu dan belajar linux. Kita hanya akan menerima karyawan linux" Jika pelaku usaha mau berbuat
seperti itu siapa yang akan menanggung kerugian mereka selama jeda??

Saya memang tidak perduli dengan kata pembajak software atau pembajak teknologi lainnya. Bagi saya, ilmu pengetahuan adalah milik semua orang yang harus dikuasai untuk memperbaiki kualitas hidup. Bicara tentang HAKI ketika sudah waktunya saja. Membajak memang tidak benar, tapi saat ini masih belum waktunya untuk membicarakan hal ini.
Saya juga pembajak, tetapi saya tidak menemukan pengetahuan dengan menggunakan software bajakan tersebut, kecuali anda menyebut tahu cara menggunakan sebuah software adalah sebuah pengetahuan (sesuatu yang sangat lucu menurut saya karena hal
tersebut adalah kemampuan menurut saya, bukan pengetahuan). Mengutip Eric S. Raymond, seseorang yang tahu cara memasang kabel baterai aki pada mobil tidak menjadikan orang tersebut seorang mekanik otomotif. Justru saya menemukan pengetahuan di tempat lain,
dimana semuanya tersedia dengan sangat murah dan bahkan gratis.

Terakhir,
saya memang orang yang tidak bermoral dari negara miskin tapi saya menyadari akan hal itu :)

==>ambil ide dari milis jasakom ;p<==


buat pak admin tolong di kategorikan dunk postingannya:)

Bom Waktu itu Telah Meledak

Tulisan Oom Wiryana (I Made Wiryana) di Majalah InfoLINUX dua bulan yang lalu mengilhami saya untuk menuliskannya kembali (dengan berbagai tambahan) dalam blog ini. Oom Wiryana mengungkapkan bahwa dibiarkannya pembajakan atau penggunaan sofware bajakan di lingkungan sekitar kita merupakan “bom waktu” yang sangat berbahaya. Di satu sisi kita begitu dimanja dengan banyaknya pilihan software yang mudah digunakan dan powerfull, yang begitu mudah pula CD installer-nya kita dapatkan di Jalan Kaliurang :). Tetapi dilain pihak ancaman bom waktu itu mengancam kita dimasa yang akan datang.


Dengan sangat menyesal, akhirnya bom waktu itu kini telah meledak. Ketika digulirkan Undang-Undang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) Tahun 2003 banyak warnet dan perusahaan kena imbasnya, terjadi sweeping dimana-mana, serta banyak pihak yang berhasil diseret ke pengadilan untuk kasus pembajakan ini. Kini nasi telah menjadi bubur, tidak ada satupun pahlawan dari negara ini yang mampu mencegah meledaknya bom waktu.

Ketergantungan terhadap sofware-software bajakan tersebut belum sempat ditanggulangi, dan bom waktu telah keburu meledak. Ketika penggunaan software bajakan di perguruan tinggi dibiarkan, nampaknya hal itu merupakan setting khusus dari vendor software komersial, yang menggunakan strategi “Network Effects” untuk menciptakan ketergantungan, karena perguruan tinggi dianggap sebagai sumber penyebaran tren penggunaan aplikasi di masyarakat. Banyak dari staff pengajar yang belum memberikan pengertian kepada mahasiswa, bahwa penggunaan software bajakan itu melanggar hukum. Mahasiswa hanya dididik tentang ketrampilan saja, tetapi tidak diajarkan tentang “Etika Profesi” (mungkin perlu mata kuliah Etika Profesi dalam Jurusan Teknik Informatika). Apabila jauh-jauh hari sebelumnya dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi digunakan/diajarkan FLOSS (Free/Libre Open Source Software) maka tren tersebut akan dengan cepat menyebar di masyarakat. Sehingga masyarakat sekarang tidak begitu “menderita” ketika bom waktu itu meledak. Tidak masalah mengajarkan pemakaian software komersil di perguruan tinggi, tetapi hal itu harus diimbangi pula dengan memberikan solusi alternatif penggunaan software gratis dan open source.


Coba kita bayangkan, berapa banyak rupiah yang telah tersedot untuk membayar ketergantungan ini. Vendor besar aplikasi komersil seperti “pengedar narkotika” yang kini tengah naik daun, menikmati hasilnya lewat kecanduan para pecandunya. Ada baiknya saat ini kita mulai belajar melepas ketergantungan tersebut dan memberi “pencerahan” ke masyarakat agar cepat bangkit dari musibah bom waktu. Jadilah provokator FLOSS yang pro-aktif mengkampanyekan penggunaan aplikasi FLOSS sebagai sebuah kebutuhan (tidak sekedar alternatif) di masyarakat, agar kondisi ekonomi negara ini tidak menjadi semakin parah. Apakah kita hanya akan berdiam diri dengan keadaan ini???

We are in Open Source..

Konsep open source tidaklah hanya sebatas daun kelor. Open source tidaklah sebatas Linux atau lebih sempit lagi sebatas distro Linux tertentu. Open source mencakup sesuatu hal yang luas. SUatu konsep dimana kebebasan yang bertanggung jawab dipertanggungjawabkan.Sebelum saya lebih jauh kedalamnya mari kita lihat lebih jauh mengenai konsep licensing software. Secara umum saya yakin rekan-rekan sudah tahu apa yang dimaksud dengan konsep lisensi. Terdapat beberapa konsep lisensi yang ditawarkan pada dunia virtual perangkat lunak.

Commercial Software. Piranti lunak ini dibeli kemudian semua hak yang tercantum pada EULA menjadi milik anda termasuk didalamnya menyalin untuk Backup, menggunakannya untuk sesuatu yang komersial, dukungan 24x365 jam dan sebagainya. Jenis piranti lunak ini tentunya memberi dampak positif dan negatif bagi perkembangan suatu negara. Jepang dan AUstralia adalah contohnya mereka memiliki aturan yang ketat tentang penggunaan Software alhasil pendapatan pajak mereka dari software comercial meningkat, ISV juga dapat bersaing dengan sehat. Bayangkan keadaannya di Indonesia rekan saya mempunyai sebuah piranti lunak yang bagus ia jual dengan harga yang menurut saya wajar, tetapi apa yang dia alami. Produknya ia dapatkan di Mangga dua dengan harga hanya 20 ribu rupiah. Dia cuman bisa bengong apa artinya dia tidak tidur bermalam malam untuk mencari nafkah yang halal. Kalau akhirnya dibajak pula. Bagaimana bila hal ini terjadi pada rekan sekalian. ISV banyak yang gulung tikar, banyak pula yang obral janji dengan tingkat pengembangan cepat memiliki komponen canggih (namun bajakan). Carut-marut bajakan mungkin menjadi fenomena sehari hari bagaimana tidak secara tidak langsung kita dimanjakan dengan produk non original, yang saya pribadi merasakan terkadang bajakan menurunkan kreatifitas.Sementara dampak negatif software comercial adalah hadirnya ISV-ISV penguasa yang memiliki produk bagus yang ujung-ujungnya dapat memonopoli pertumbuhan suatu negara, bukankah itu yang rekan sekalian takutkan?

Freeware Software. Konsep Freeware berasumsi bahwa begitu software ditangan anda, anda memiliki hak yang tercatat dalam konsep lisensi yang telah disepakati yang pada umumnya anda boleh menggunakannya secara gratis baik untuk komersial dan non komersial. Dengan . Konsep ini banyak digunakan berbagai individu/ ISV untuk "show off", atau bisa pula menjadi media marketing perusahaan piranti lunak ehm..sebagai contoh sebuah perusahaan A akan memiliki produk gratis ALite kemungkinan besar ia juga memiliki produk yang lebih canggih dengan versi komersial. Dan menurut saya hal ini adalah sesuatu yang wajar karena itu semua haknya. Dan Bpk. Stallman adalah suatu evangelish Free Software yang saya kagumi dalam hal ini..karena sedikit banyak kita memiliki kemerdakaan untuk melakukan aksi tertentu

Shared Source Software, berasumsi sama seperti dengan Freeware software plus source codenya dapat anda lihat, anda kembangkan anda modifikasi sebatas kebutuhan belajar, riset dan non komersial. Konsep ini terkadang menjadi sebuah jawaban atas pentingnya HAKI anda PLUS dengan kebebasan penggunaan software. Contoh software berbasis ini adalah Microsoft SSCLI, SUn Java 2 v5 (telah dirumuskan mekanisme yang jelas dalam JCP, banyak yang mengasumsikan Java itu open source padahal dia masih dalam genggaman SUN, diharapkan akan menjadi open source pada versi 6.0 . Ini mungkin menjadi alasan mengapa Banyak produk SUN yang dijadikan gratis seperti Java Creator, Solaris, dsb sebuah pola marketing yang cukup baik menurut penulis..terutama persaingan yang jelas atas implementasi Java dengan sang raksasa IBM)

Open Source, anda dapat menggunakannya untuk komersial dan non komersial, mengembangkannya untuk kebutuhan komersial dan non komersial, dan mendistribusikannya. Namun demikian kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab, terdapat Batasan lain yang harus dipatuhi dan tercatat di lisensi yang telah disepakati umumnya GPL. Penulis yakin Open Source akan memberi dampak yang besar bagi perkembangan software dan pengetahuan tentang software terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sisi lain kehidupan ICT kita.Rekan saya berkata benar dan saya dukung pula dia, dia berkata begini "Rid bayangkan kalau software XXX di openkan..pasti bisa berkembang dengan pesat.."(yup that is correct) Namun yang patut diperhatikan akhir-akhir ini adalah open source saat ini didukung konsep services yang seringkali disodorkan oleh Vendor besar seperti Novell, dsb. Alhasil dia tidak menjadi Free pula dari sisi charge untuk dukungan dan kenyamanan. an mulai hadir pula solusi Software Open Source komersial dengan tambahan fitur layanan plus dukungan vendor besar, bila mereka mencharge anda sesuatu yang wajar bukan. Saya pernah mendengar dari rekan saya bahwa dengan menggunakan solusi open source dapat dikatakan tidak ada biaya yang bisa diestimasikan. Benarkah demikian bagaimana dengan anda?

Bagaimana open source yang gratis. Well this is FLOS, and this is about our blog what we can share about free and open source software hope you can enjoy it :)

Kini saatnya kita merenung bahwa apapun itu ada manfaatnya ada pula ruginya, mari kita bersama sama menjadi seseorang yang TIDAK ektrimis, janganlah kita mengolok-olok dan mengkotak-kotakkan dimana kita berada. Anda tentunya boleh memilih karena ada kebebasan tetapi hargailah perbedaan. This is your virtual environment Guys..respect another and be wise and hope this is DOS purposes

Wednesday, December 14, 2005

.rpm to .deb

Memang kemudahan yang diberikan oleh apt membuat ubuntu enak untuk digunakan. Akan tetapi kadangkala paket installer yang didapatkan berupa .rpm . Bukan berarti kita ga jadi menginstal paket terebut kan?

Ubuntu memiliki alien yang bisa membuat file .rpm tersebut kita instal. Bila belum ada, kita harus mendapatkan alien dahulu

sudo apt-get update
sudo apt-get install alien

Bila sudah, cukup ketik

sudo alien -i paket_bla_bla_bla.rpm

Yang selanjutnya dilakukan sama dengan menginstal paket .deb

sudo dpkg -i paket_bla_bla_bla.deb

Silakan mencoba (CMIIW)

Update package using Breezy Badger Disc (for Hoary user)

Semalam (22.30 pm 13 Des 2005), didorong rasa penasaran mencicipi Breezy (karena gagal instal ke my Omni), akhirnya saya coba hoary ku untuk mencaplok paket2 yang ada dlm CD Breezy. Ga terlalu rumit dan yang penting ga perlu koneksi ke internet. Cukup masukkan CD ke dalam tray, ubah sedikit file sources.list di /etc/apt/sources.list dengan meng-uncomment baris-baris repository di internet dan menambahkan

deb cdrom:[Ubuntu 5.10 _Breezy Badger_ - Release i386 (20051012)]/ breezy main restricted

dan menjalankan update manager. Kenapa update manager? bukan menggunakan tools semacam synaptic? Karena tidak semua paket yang ada bisa diupdate. Pilih paket-paket yang ingin diupdate, and wala.... paketnya ter update. (Use it on your own risk :) ). Hati-hati dalam mengupdate, karena ada beberapa paket yang perlu dikonfigurasi ulang, atau justru tidak berjalan. Hal ini dikarenakan basisnya adalah Breezy dan kita jalankan di Hoary.

Oleh karena itu jangan lupa untuk mem-backup cache repository yang udah pernah kita download dengan menggunakan perintah

sudo tar zcvf apt.tgz /etc/apt/ /var/lib/apt/ /var/cache/apt/

dan untuk me-restore menggunakan perintah

sudo tar zxvf apt.tgz -C /
(CMIIW)

crash clock di windows after k/ubuntu installation

ternyata setelah dua hari menggunakan kubuntu dengan tanpa menggunakan windows, dan setelah menggunakan windows ternyata ada crash antara clock windows dengan k/ubuntu. Itupun karena mas husain melaporkan adanya crash. Pagi ini mas agung juga melaporkan laporan yang sama.
Padahal ketika saya menggunakan Kubuntu hoary (5.04) masalah ini tidak ada.
tetapi saya sudah berhasil memperbaikinya :-)

jadi saya mengutak-atiknya
1) chek clock di bios. benerin dulu

2) untuk windows
adjust Date/Time>> Internet Time>> disable autamatically synchronize
with an internet time server
then set your clock

2) untuk linux silahkan lihat di artikel trouble kubuntu 5.10
tetapi dengan modifikasi sebagai berikut
klik kanan di clock >>>> date&time format>>>locale>>>country
change to default
then
klik kanan di clock>>>>adjust time & clock
on select your area change to no selection
setting your clock


jika di k/ubuntu tidak mau juga keluar window adjust time & date, try this

#sudo date MDhm

M=month
D=date
h=hours
m=minutes

Tuesday, December 13, 2005

GNOME Themes

Buat yang suka ganti tampilan ini ada beberapa istilah dan cara untuk ganti themes di GNOME.
  • GTK, ini themes untuk tombol, progress bar, dll
  • metacity, ini themes untuk windows border......hanya border saja
  • icon, pasti udah tau buat apa (kebangeten kalo gak tau)

Untuk lokasi foldernya:

Per user setting, themes hanya dapat digunakan user yang menginstall
  • GTK dan metacity ada di /home/(nama_user)/.themes
  • Icon ada di /home/(nama_user)/.icons
contoh: menginstall themes di folder /home/zero/.themes maka hanya user yang bernama zero saja yang bisa memakai themes tersebut.

Global, themes dapat digunakan oleh setiap user
  • GTK dan metacity ada di /usr/share/themes
  • Icon ada di /usr/share/icons
Untuk themes yang diinstall di folder tersebut maka setiap user dapat menggunakannya

Link untuk themes:
www.gnome-look.org
art.gnome.org

Help ya : Install Themes for Kde

Prends,
Bingung nech..., aku kan dah download themes untuk kde.
Nah untuk kubuntu gimana ya cara nginstallnya?? :(
Klo untuk distro linux lain spt mandriva, khan ada mandriva control center untuk
konfigurasi apa aja.., termasuk themes.
Help ya...

broadcom wlan card on k/ubuntu

berikut tahapan instalasi broadcom di k/ubuntu

#sudo apt-get install ndiswrapper-utils

copy window driver ke linux (bcmwl5.inf dan bcmwl5.sys)

#sudo ndiswrapper -i bcmwl5.inf
#sudo ndiswrapper -m
#sed -e 's/RadioState|1/RadioState|0/' /etc/ndiswrapper/bcmwl5/*.conf
#sudo reboot

after reboot

#sudo ifconfig wlan0 (or eth1, depends message after sudo ndiswrapper -m)
#sudo iwconfig wlan0 essid [network name] key [network key]
#sudo dhclient

if not working try this step

#sudo apt-get remove ndiswrapper-utils
#sudo rm -r /etc/ndiswrapper/
#sudo rm -r /etc/modprobe.d/ndiswrapper

than take step before



this step has been tes on ubuntu (thanks to mas agung_cklt) and kubuntu (thanks to mas husein)

specially thanks to mas creezz that provides this informations

Another breezy trouble


wah, pengalaman ku lebih parah lagi...
my omni ga bisa aku install breezy...


Pertama curiga apa cd nya yang error (pas instal kernel)... tapi dari 5 cd yang dikirim shipit, ga ada satupun yang bisa aku install. Penasaran aku cobain ke 5 cd ke desktop, and ga ada satupun masalah... makin bingung ajah..


Kecurigaan beralih ke my omni DVDrom. Coba-coba instal pake CD Hoary Hedgehog yang udah buluk, and mau... tanpa ada masalah berarti.


Ga tau deh kenapa ... ada yang bisa bantu?


Pengen nyobain breezy badger, tar aku coba untuk langsung upgrade apt ke 5.10. tar kalo sudah berhasil aku post. Ato ada yang udah nyobain?

APT... ternyata asik banget ...


ubuntu, yang saat ini merupakan distro linux paling populer (menurut distrowartch) ternyata memang pantas menjadi yang paling populer.
Kenapa?
Karena memang linux yang satu ini memiliki fitur-fitur yang memanjakan penggunanya. Dari mulai cara mendapatkannya (shipit -- layanan dari http://shipit.ubuntulinux.org/ untuk memberikan cd ubuntu secara gratis), dokumentasi yang cukup lengkap (www.ubuntuguide.org -- online step by step help), sampe kemudahan dalam meng-customize tampilan dan paket-paket didalamnya menggunakan apt. APT sebenarnya adalah manajemen paket kepunyaan debian --semacam rpm pada RedHat. Karena ubuntu adalah 'turunan' dari debian.
APT ini akan mengambil paket-paket yang ada dalam Repository. Pada ubuntu, alamat dari repository ini ada di /etc/apt/sources.list yang bisa kita tambah alamatnya dengan menggunakan perintah

sudo gedit /etc/apt/sources.list


Untuk tambahan alamatnya bisa didapatkan salah satunya di http://www.ubuntuguide.org/#extrarepositories. Untuk mengupdate ubuntu digunakan perintah

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade

Dalam daftar repository yang diberikan oleh http://www.ubuntuguide.org/#extrarepositories banyak sekali paket-paket yang bisa kita instal. Bahkan help yang ditawarkan pun sangat mudah untuk diikuti. Kita cukup meng-copy-paste perintah-perintah yang ada di http://www.ubuntuguide.org/ .

Jadi ga ada alasan untuk bilang linux itu susah.... cukup pake sudo apt-get install bla...bla...bla...

trouble kubuntu 5.10

pertama install kubuntu 5.10 agak heran juga ni
amaroknya tidak mau menjalankan mp3

so take this step
sudo apt-get install gstreamer0.8-plugins
sudo apt-get install gstreamer0.8-lame
sudo apt-get install gstreamer0.8-ffmpeg
sudo apt-get install w32codecs
sudo apt-get install libdivx4linux
sudo apt-get install lame
sudo apt-get install sox
sudo apt-get install ffmpeg
sudo apt-get install mjpegtools
sudo apt-get install vorbis-tools
gst-register-0.8


yg kedua tentang waktu, jam yg tampil tidak sama dengan yg tampil pada saat instalasi. lebih cepat 12 jam

saat di klik kanan di clock dan dipilih adjust time & clock, then type the root password, there is no respons (window configure not exist)
so, coba this step ini
klik kanan di clock >>>> date&time format>>>locale>>>country
change to Indonesia
then
klik kanan di clock>>>>adjust time & clock
setting your clock

gaim sound on kubuntu

on buddy list
tools >>> preferences>>>sound method
change to ark

be carefully cause on conversation default is on
so if you want to disable sound take this step
on buddy list
tools >>> preferences>>>sound event
jangan dicentang semuanya


tapi belum dapat juga kdm ni :-(

Sunday, December 11, 2005

Eh, ternyata 0pera ada di ubuntu loh...





Opera adalah browser yang paling aq sukai.... kenafa? skinnya itu loh yang bikin ndak kuat... coz bagus-bagus seh... cuman gimana ya caranya pake opera di ubuntu???. Setelah sesorean ngutek-utek akhirnya bisa pake juga he..he... Oya, apa aja seh langkah-langkanya?. Ini aq mo bagi-bagi pengalaman buwat temen-temen smuanyah....

Pertama, donlod tu package di http://www.opera.com/download/index.dml?platform=linux

dah belon... :)

kalo udah
langkah kedua,

buka terminal trus ketik :
sudo dpkg -i opera_direktori_tempat_anda_menyimpan_donlod.deb

misalnya:
sudo dpkg -i /theme/opera_8.51-20051114.6-shared-qt_en_etch_i386.deb

trus ketik lagi:

sudo apt-get -f install

sebenernya nyampe sini dah terinstall seh... cuman belon bisa tertampil di desktop
nah untuk menampilkannya di desktop gini:

edit file:
sudo gedit /usr/share/applications/opera.desktop

kemudian paste-kan ini:
[Desktop Entry]
Encoding=UTF-8
Name=Opera Web Browser
GenericName=Web Browser
Comment=Simply the Best Internet Experience
Exec=opera %u
Terminal=false
MultipleArgs=true
Type=Application
Icon=/usr/X11R6/include/X11/bitmaps/opera.xpm
Categories=Application;Network
MimeType=text/html;image/gif;image/jpeg;image/png


===> save

dah belon?? belon...... kalo belon ya ndak usah install ajah...:)

kalo udah selanjutnya pada terminal ketik:
mkdir ~/.opera
gedit ~/.opera/filehandler.ini


trus paste-kan :
Opera Preferences version 2.0
; Do not edit this file while Opera is running
; This file is stored in UTF-8 encoding
[Settings]
Default File Handler=gnome-open ,1
Default Directory Handler=gnome-open ,1


dah.... jadi deh... skarang tinggal diliat di applicationnya...

ada ndak? harusna ada dunk...

k'lo ndak bisa juga ya ngalamat buruk deh....he..he...

ato gini aja.. temen-temen bisa kirim imel ke : aku.cklt@gmail.com

ok, pren gitu dulu ye... besok lagi bagi-bagi pengalamannya

C U

Tampil Beda dengan Aksesori GNU/Linux


Ubuntu Linux, distro nomor satu sekarang ini (menurut survey yang dilakukan oleh distrowatch), termasuk distro baru yang langsung populer dan booming diantara pengguna Linux sedunia. Distro buatan Afrika Utara ini memiliki prinsip kemanusiaan yang begitu sangat kentara dari logo dan moto distro linux, "Linux for human beings". Sebuah toko aksesori GNU/Linux di Bali menawarkan produknya berupa kaos orange dengan stripping putih melingkari seluruh baju. depan Logo Ubuntu, belakang tulisan link "www.ubuntulinux.org". Selain menggunakan GNU/Linux, kita dapat pula bergaya dengan aksesori- aksesorinya. Situs http://toko.baliwae.com tidak hanya menyediakan kaos bagi para penggemar Linux di Indonesia, tapi juga menyediakan aksesori lainnya seperti mug dan poster. Banyak pilihan bagi para penggemar distro lainnya disini.

Mencicipi Ubuntu 5.10 Breezy


Ubuntu 5.10 telah dirilis, banyak kemudahan instalasi dan penggunaan yang ditawarkan. Dulu untuk menginstall distro Debian di kompie terkenal sulit, tapi dengan hadirnya Ubuntu (sebuah distro GNU/Linux turunan Debian) mitos itu terhapus sudah. Kita dapat meminta paket Ubuntu 5.10 dari situsnya di http://www.ubuntulinux.org , kemudian pihak Ubuntu akan mengirimkan paket distro ke kita lewat jasa pos. Proses pengirimannya memang agak lama, kira-kira sekitar satu bulan. Didalam paketnya terdapat 2 (dua) buah CD-ROOM, CD yang pertama merupakan Ubuntu LiveCD, yaitu distro Ubuntu yang dapat langsung digunakan tanpa harus menginstall di kompie kita. Kemudian CD kedua merupakan Ubuntu Installer, yaitu distro Ubuntu yang dapat diinstal di kompie. Untuk sekedar melihat-lihat seperti apa tampilan Ubuntu 5.10 kita dapat menggunakan versi LiveCD-nya. Lalu kalau tertarik, kita dapat menginstallnya menggunakan CD yang satunya.

Sekitar jam 17.00 sore tanggal 11 Desember 2005 aku mencoba menginstall Ubuntu 5.10 di laptop IBM ku. Setelah 2 (dua) bulan kemarin meng-uninstall Mandriva LE2005, sampai hari kemarin aku masih mencari-cari kira-kira distro apa ya yang cocok untuk laptop IBM tua-ku. Ketika mengunjungi situs http://www.distrowatch.com disitu ternyata banyak distro yang rilis versi, ada Mandriva LE2006, SuSE 10.0 dan Ubuntu 5.10. Penginnya sih mau nginstall SuSE, tapi aku kok kasihan sama lappy-ku. Tapi siang tadi pas liat temen-temen pada ngoprek Ubuntu 5.10 jadi pengin untuk mencicipinya. Kemudian drive harddisk C yang sementara kuisi dengan MS Windows XP Professional Edition aku backup data-datanya, aku pindahin data penting yang ada di drive C ke drive D. Mantap sudah tekadku untuk mencicipi Ubuntu 5.10, kumasukkan CD Installernya ke drive DVD-ROM, kemudian aku restart Windows ku agar booting lewat CD-ROM.

Ubuntu-pun mulai booting, dan ternyata panduan instalasi yang tampil begitu mudahnya, tidak seperti yang aku lihat ketika menginstall Debian beberapa tahun yang lalu. Ketika tiba di sesi partisi hardisk, kita sangat dimudahkan lewat fasilitas membuat partisi otomatis pada partisi yang tersedia. Meskipun jumlah installernya cuman 1 CD tapi waktu instalasi berjalan agak lama, lebih cepat durasi instalasi Mandriva LE2005. Tapi nggak masalah, itung-itung nambah pengalaman. Ketika proses instalasi selesai dan CD installer dikeluarkan, Ubuntu akan merestart lappy kembali... Nah proses booting pertama ini juga berlangsung agak lama, perlu kesabaran untuk menikmati OS yang gratis ini.

Setelah masuk di halaman login, kita seakan tidak percaya kalo desktop yang dipakai adalah Gnome. Indah, Simple dan Mewah itulah kesan pertama ketika menyaksikan desktop Ubuntu 5.10. Aplikasi bawaan yang disertakan juga lumayan komplit, diantaranya OpenOffice 2.0, kalkulator multi fungsi, aplikasi kamus (membutuhkan koneksi Internet), beberapa Game yang oke, aplikasi grafis dan komunikasi yang lengkap serta tool-tool konfigurasi yang mudah dioperasikan. Card wifi PCMCIA ku harus dikonfig terlebih dahulu menggunakan Networking Tool sebelum dapat berfungsi, tapi lewat fasilitas pengaturan yang berbasis grafis, hal itu tidak menjadi masalah... Turn off your Win32 right now... Install Ubuntu 5.10 for the new life... Enjoy the pleasure of learning and sharing...